Blog Siswa

Kondisi Fisik Wilayah Indonesia - Tugas Web Maret 2012 | M Maulana Yusuf 81

M.MAULANA YUSUF | 26-03-2012 00:00:00

Kondisi Fisik Wilayah Indonesia


v Letak geografis : letak suatu wilayah/tempat/negara berdasarkan kenyataan di permukaan bumi. Indonesia terletak diantara 2 benua, benua Asia (di utara katulistiwa) dan benua Australia (di selatan katulistiwa) dan terletak di antara 2 samudra, samudra Hindia dan samudra Pasifik.

v Letak Astronomis : letak suatu daerah/wilayah berdasarkan posisi garis lintang dan garis bujur. Indonesia terletak diantara 60 LU dan 110 LS. Berdasarkan garis bujur Indonesia terletak 950BT dan 1410BT . Posisi 60 LU tepat di pulau We dan 110 LS tepat di pulau Roti. Sedangkan posisi garis bujur Indonesia terletak 950BT terletak di pulau Breueh (Aceh) dan 1410BT di perbatasan provinsi Papua dengan Papua Nugini.

v Letak Geologis : letak suatu wilayah berdasarkan lapisan pembentukan kulit bumi.

§ Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng litosfer yaitu lempeng Asia yang cukup stabil, lempeng Indo Australia yang bergerak ke arah utara dan lempeng dasar samudra pasifik yang bergerak ke arah barat daya.

§ Wilayah Indonesia berada di daerah pertemuan dua rangkaian pegunungan muda yaitu sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania.

b. Mengidentifikasi pengaruh letak astronomis terhadap iklim dan pembagian waktu di Indonesia.

v Indonesia terletak antara 60 LU dan 110 LS sehingga Indonesia berada pada iklim tropis dengan ditandai dengan temperatur udara yang tinggi serta curah hujan yang dipengaruhi oleh musim.

v Indonesia terletak antara 950BT dan 1410BT sehingga wilayah Indonesia terdiri dari 3 daerah waktu yaitu : Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT). Dengan selisih waktu 1 jam untuk setiap 150 dan jika dibandingkan dengan waktu Greenwich (GMT) dengan WIB ada selisih waktu 7 jam, apabila di Jakarta pukul 12.00 WIB maka menurut waktu GMT adalah pukul 05.00 pagi. (ingat rumus, WIB = GMT + 7 dan sebaliknya GMT = WIB - 7)

* WIB : meridian standarnya adalah 1050 meliputi : Sumatera, Jawa dan Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan pulau-pulau kecil di wilayah itu.

* WITA : meridian standarnya adalah 1200 meliputi : Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTT, NTB, Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

* WIT : meridian standarnya adalah 1350 meliputi : seluruh kepulauan Maluku dan Papua (Irian Jaya)

c. Menganalisis hubungan posisi geografis dengan perubahan musim di Indonesia.

Letak Indonesia yang berada di antara benua Asia dan Australia mengakibatkan berhembusnya angin musim yang membawa musim hujan dan musim kemarau. Hal ini disebabkan karena perbedaan tekanan udara.

§ Angin muson : angin yang berubah arah setiap setengah tahun yang terjadi karena adanya perbedaan pemanasan antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan yang disebabkan adanya revolusi bumi mengelilingi matahari.

§ Angin muson tenggara berada di BBU saat benua Asia mengalami musim panas. Sementara itu di BBS, benua Australia mengalami musim dingin, angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia dan bergerak melewati gurun yang luas di Australia. Akibatnya angin yang bertiup itu bersifat kering sehingga menyebabkan musim kemarau di Indonesia.

§ Angin muson barat terjadi pada bulan Oktober-April ketika matahari di BBS, benua Asia mengalami musim dingin, sedangkan benua Australia mengalami musim panas. Akibatnya, tekanan udara di benua Asia lebih tinggi dari benua Australia. Dengan demikian angin akan bertiup dari benua Asia menuju Australia melalui laut Cina Selatan, angin ini mengandung uap air sehingga menyebabkan musim hujan di Indonesia.

d. Menyajikan informasi persebaran flora dan fauna tipe Asia, tipe Australia serta kaitannya dengan pembagian wilayah Wallacea dan Weber.

Persebaran flora dan fauna di Indonesia :

& Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan flora dan fauna :

1) Iklim

Berupa suhu udara, kelembapan udara, curah hujan. Kelembapan udara pengaruhnya bersifat vertikal akibat perbedaan ketinggian tempat dan secara horizontal karena perbedaan curah hujan

2) Relief

Adanya perbedaan ketinggian menimbulkan variasi suhu udara yang keanekaragaman hayati

3) Kondisi tanah

Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah

4) Makhluk hidup

Makhluk hidup yang dimaksud adalah manusia dan hewan

& Persebaran Flora di Indonesia : berdasarkan curah hujan dapat digolongkan sebagai berikut :

1) Hutan musim

Terdapat di wilayah yang mengalami perubahan musim hujan dan musim kemarau, tumbuhan bersifat homogen contoh : jati dan pinus, ada di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara

2) Hutan hujan tropis

Terdapat di daerah dengan curah hujan dan suhu udara tinggi, tumbuhan bersifat heterogen, terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

3) Hutan padang rumput (sabana)

Dijumpai di daerah curah hujan rendah, tanaman keras dan menahun, terdapat di Nusa Tenggara, banyak dikembangkan untuk usaha peternakan

4) Stepa

Merupakan hutan padang rumput yang sangat luas, dijumpai di daerah dengan curah hujan sedikit, contoh di Nusa Tenggara Timur.

5) Hutan bakau (mangrove)

Tumbuh di daerah pantai, memiliki akar napas dan daun berlapis tebal untuk mengurangi penguapan, banyak dijumapi di pantai yang arus lautnya tenang seperti : Jawa, Papua, Sumatera bagian timur, pantai Kalimantan Barat dan pantai Kalimantan Selatan.

& Persebaran Flora di Indonesia : berdasarkan pendekatan biogeografi kekayaan hayati Indonesia dibagi atas dua kelompok sebagai berikut :

1) Indo Malayan

Meliputi tanaman yang ada di kawasan Indonesia Barat, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali dengan karakteristik memiliki jenis meranti-merantian yang sangat banyak, terdapat berbagai jenis rotan, tidak memiliki hutan kayu putih, memiliki jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) yang sedikit, memiliki jenis tumbuhan sagu yang juga sedikit dan memiliki berbagai jenis nangka.

 

2) Indo Australian

Terdapat di kawasan Indonesia Timur, yaitu : Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua dengan karakteristik memiliki meranti-merantian yang sedikit, tidak memiliki rotan, terdapat hutan kayu putih, memiliki berbagai jenis tumbuhan matoa (khususnya di Papua), memiliki banyak tumbuhan sagu dan tidak terdapat jenis nangka.

Peralihan keduanya ditandai dengan garis Wallace dan Lydekker

 

& Persebaran Fauna di Indonesia :

Persebaran fauna di Indonesia jika dikaitkan dengan sejarah geologis kepulauan Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :

1) Paparan Sunda atau wilayah Indonesia bagian barat meliputi pulau Sumatera. Jawa, Madura dan Kalimantan

2) Paparan Sahul atau wilayah Indonesia bagian timur meliputi Papua

3) Wilayah Peralihan atau wilayah Indonesia bagian tengah meliputi pulau Sulawesi, kepulauan Maluku dan Kepulauan Nusa Tenggara

Wallace dan Weber membagi fauna Indonesia menjadi 3 tipe :

1) Fauna Tipe Asiatis (Asiatic)

Ciri fauna tipe Asiatis yaitu hewan menyusui yang bertubuh besar, terdapat berbagai jenis kera. Contoh : harimau, gajah, oran utan, badak, siamang, tapir, banteng, rusa dan burung heron. Persebarannya terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Madura dan Bali.

2) Fauna Tipe Australis (Australic)

Ciri fauna tipe Australis yaitu jenis hewan menyusui bertubuh kecil, terdapat berbagai jenis hewan berkantong. Contoh : kangguru, cendrawasih, kasuari, kakaktua, kuskus dan nuri. Jenis ini terdapat di Kepulauan Aru dan wilayah Papua.

3) Fauna Tipe Peralihan (Austal Asiatic)

Ciri fauna tipe peralihan yaitu peralihan antara fauna tipe Asiatis dan fauna tipe Australis, terdapat hewan Endemis (hewan yang habitatnya hanya di tempat tersebut) contoh : babi rusa, anoa, biawak, komodo, kuda, burung maleo, kuskus. Terdapat di Sulawesi dan kepulauan Nusa Tenggara.v Letak geografis : letak suatu wilayah/tempat/negara berdasarkan kenyataan di permukaan bumi. Indonesia terletak diantara 2 benua, benua Asia (di utara katulistiwa) dan benua Australia (di selatan katulistiwa) dan terletak di antara 2 samudra, samudra Hindia dan samudra Pasifik.

v Letak Astronomis : letak suatu daerah/wilayah berdasarkan posisi garis lintang dan garis bujur. Indonesia terletak diantara 60 LU dan 110 LS. Berdasarkan garis bujur Indonesia terletak 950BT dan 1410BT . Posisi 60 LU tepat di pulau We dan 110 LS tepat di pulau Roti. Sedangkan posisi garis bujur Indonesia terletak 950BT terletak di pulau Breueh (Aceh) dan 1410BT di perbatasan provinsi Papua dengan Papua Nugini.

v Letak Geologis : letak suatu wilayah berdasarkan lapisan pembentukan kulit bumi.

§ Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng litosfer yaitu lempeng Asia yang cukup stabil, lempeng Indo Australia yang bergerak ke arah utara dan lempeng dasar samudra pasifik yang bergerak ke arah barat daya.

§ Wilayah Indonesia berada di daerah pertemuan dua rangkaian pegunungan muda yaitu sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania.

b. Mengidentifikasi pengaruh letak astronomis terhadap iklim dan pembagian waktu di Indonesia.

v Indonesia terletak antara 60 LU dan 110 LS sehingga Indonesia berada pada iklim tropis dengan ditandai dengan temperatur udara yang tinggi serta curah hujan yang dipengaruhi oleh musim.

v Indonesia terletak antara 950BT dan 1410BT sehingga wilayah Indonesia terdiri dari 3 daerah waktu yaitu : Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT). Dengan selisih waktu 1 jam untuk setiap 150 dan jika dibandingkan dengan waktu Greenwich (GMT) dengan WIB ada selisih waktu 7 jam, apabila di Jakarta pukul 12.00 WIB maka menurut waktu GMT adalah pukul 05.00 pagi. (ingat rumus, WIB = GMT + 7 dan sebaliknya GMT = WIB - 7)

* WIB : meridian standarnya adalah 1050 meliputi : Sumatera, Jawa dan Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan pulau-pulau kecil di wilayah itu.

* WITA : meridian standarnya adalah 1200 meliputi : Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTT, NTB, Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

* WIT : meridian standarnya adalah 1350 meliputi : seluruh kepulauan Maluku dan Papua (Irian Jaya)

c. Menganalisis hubungan posisi geografis dengan perubahan musim di Indonesia.

Letak Indonesia yang berada di antara benua Asia dan Australia mengakibatkan berhembusnya angin musim yang membawa musim hujan dan musim kemarau. Hal ini disebabkan karena perbedaan tekanan udara.

§ Angin muson : angin yang berubah arah setiap setengah tahun yang terjadi karena adanya perbedaan pemanasan antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan yang disebabkan adanya revolusi bumi mengelilingi matahari.

§ Angin muson tenggara berada di BBU saat benua Asia mengalami musim panas. Sementara itu di BBS, benua Australia mengalami musim dingin, angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia dan bergerak melewati gurun yang luas di Australia. Akibatnya angin yang bertiup itu bersifat kering sehingga menyebabkan musim kemarau di Indonesia.

§ Angin muson barat terjadi pada bulan Oktober-April ketika matahari di BBS, benua Asia mengalami musim dingin, sedangkan benua Australia mengalami musim panas. Akibatnya, tekanan udara di benua Asia lebih tinggi dari benua Australia. Dengan demikian angin akan bertiup dari benua Asia menuju Australia melalui laut Cina Selatan, angin ini mengandung uap air sehingga menyebabkan musim hujan di Indonesia.

d. Menyajikan informasi persebaran flora dan fauna tipe Asia, tipe Australia serta kaitannya dengan pembagian wilayah Wallacea dan Weber.

Persebaran flora dan fauna di Indonesia :

& Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan flora dan fauna :

1) Iklim

Berupa suhu udara, kelembapan udara, curah hujan. Kelembapan udara pengaruhnya bersifat vertikal akibat perbedaan ketinggian tempat dan secara horizontal karena perbedaan curah hujan

2) Relief

Adanya perbedaan ketinggian menimbulkan variasi suhu udara yang keanekaragaman hayati

3) Kondisi tanah

Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah

4) Makhluk hidup

Makhluk hidup yang dimaksud adalah manusia dan hewan

& Persebaran Flora di Indonesia : berdasarkan curah hujan dapat digolongkan sebagai berikut :

1) Hutan musim

Terdapat di wilayah yang mengalami perubahan musim hujan dan musim kemarau, tumbuhan bersifat homogen contoh : jati dan pinus, ada di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara

2) Hutan hujan tropis

Terdapat di daerah dengan curah hujan dan suhu udara tinggi, tumbuhan bersifat heterogen, terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

3) Hutan padang rumput (sabana)

Dijumpai di daerah curah hujan rendah, tanaman keras dan menahun, terdapat di Nusa Tenggara, banyak dikembangkan untuk usaha peternakan

4) Stepa

Merupakan hutan padang rumput yang sangat luas, dijumpai di daerah dengan curah hujan sedikit, contoh di Nusa Tenggara Timur.

5) Hutan bakau (mangrove)

Tumbuh di daerah pantai, memiliki akar napas dan daun berlapis tebal untuk mengurangi penguapan, banyak dijumapi di pantai yang arus lautnya tenang seperti : Jawa, Papua, Sumatera bagian timur, pantai Kalimantan Barat dan pantai Kalimantan Selatan.

& Persebaran Flora di Indonesia : berdasarkan pendekatan biogeografi kekayaan hayati Indonesia dibagi atas dua kelompok sebagai berikut :

1) Indo Malayan

Meliputi tanaman yang ada di kawasan Indonesia Barat, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali dengan karakteristik memiliki jenis meranti-merantian yang sangat banyak, terdapat berbagai jenis rotan, tidak memiliki hutan kayu putih, memiliki jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) yang sedikit, memiliki jenis tumbuhan sagu yang juga sedikit dan memiliki berbagai jenis nangka.

 

2) Indo Australian

Terdapat di kawasan Indonesia Timur, yaitu : Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua dengan karakteristik memiliki meranti-merantian yang sedikit, tidak memiliki rotan, terdapat hutan kayu putih, memiliki berbagai jenis tumbuhan matoa (khususnya di Papua), memiliki banyak tumbuhan sagu dan tidak terdapat jenis nangka.

Peralihan keduanya ditandai dengan garis Wallace dan Lydekker

 

& Persebaran Fauna di Indonesia :

Persebaran fauna di Indonesia jika dikaitkan dengan sejarah geologis kepulauan Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :

1) Paparan Sunda atau wilayah Indonesia bagian barat meliputi pulau Sumatera. Jawa, Madura dan Kalimantan

2) Paparan Sahul atau wilayah Indonesia bagian timur meliputi Papua

3) Wilayah Peralihan atau wilayah Indonesia bagian tengah meliputi pulau Sulawesi, kepulauan Maluku dan Kepulauan Nusa Tenggara

Wallace dan Weber membagi fauna Indonesia menjadi 3 tipe :

1) Fauna Tipe Asiatis (Asiatic)

Ciri fauna tipe Asiatis yaitu hewan menyusui yang bertubuh besar, terdapat berbagai jenis kera. Contoh : harimau, gajah, oran utan, badak, siamang, tapir, banteng, rusa dan burung heron. Persebarannya terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Madura dan Bali.

2) Fauna Tipe Australis (Australic)

Ciri fauna tipe Australis yaitu jenis hewan menyusui bertubuh kecil, terdapat berbagai jenis hewan berkantong. Contoh : kangguru, cendrawasih, kasuari, kakaktua, kuskus dan nuri. Jenis ini terdapat di Kepulauan Aru dan wilayah Papua.

3) Fauna Tipe Peralihan (Austal Asiatic)

Ciri fauna tipe peralihan yaitu peralihan antara fauna tipe Asiatis dan fauna tipe Australis, terdapat hewan Endemis (hewan yang habitatnya hanya di tempat tersebut) contoh : babi rusa, anoa, biawak, komodo, kuda, burung maleo, kuskus. Terdapat di Sulawesi dan kepulauan Nusa Tenggara.

BLOG M.MAULANA YUSUF LAINNYA

Kondisi Fisik Wilayah Indonesia - Tugas Web Maret 2012 | M Maulana Yusuf 81

Kondisi Fisik Wilayah Indonesia v Letak geografis : letak suatu wilayah/tempat/negara berdasarkan kenyataan di permukaan bumi. Indonesia terletak diantara 2 benua, benua Asia (di utara katulistiwa) dan benua Australia (di selatan katulistiwa) dan terletak di antara 2 samudra, samu...

Read More

M.MAULANA YUSUF 00:00:00 26-03-2012

Hukum Pascal - Tugas Web Maret 2012 | M Maulana Yusuf 81

  Hukum Pascal Bunyi Hukum Pascal "Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya".Penemu Hukum Pascal Blaise Pascal (1623-1662) berasal dari Perancis. Minat utamanya ialah filsafa...

Read More

M.MAULANA YUSUF 00:00:00 20-03-2012

Peristiwa Rengasdengklok

  Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa dimulai dari "penculikan" yang dilakukan oleh sejumlah pemuda (a.l. Soekarni, Wikana dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 1" terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 ...

Read More

M.MAULANA YUSUF 00:00:00 01-02-2012

ARSIP

  • November 2021(15)
  • Oktober 2021(15)
  • November 2020(7)
  • Oktober 2020(10)
  • September 2020(9)
  • Agustus 2020(3)
  • Juli 2020(1)
  • Juni 2020(2)
  • Mei 2020(4)
  • April 2020(12)
  • Maret 2020(83)
  • April 2017(1)
  • Januari 2017(1)
  • Oktober 2016(1)
  • Desember 2015(5)
  • November 2015(1)
  • Oktober 2015(1)
  • September 2015(2)
  • Agustus 2015(1)
  • Juli 2015(1)
  • Mei 2015(1)
  • April 2015(1)
  • Maret 2015(1)
  • Desember 2014(2)
  • November 2014(1)
  • Oktober 2014(11)
  • September 2014(6)
  • Agustus 2014(1)
  • Juni 2014(2)
  • April 2014(2)
  • Maret 2014(1)
  • Desember 2013(1)
  • Oktober 2013(3)
  • September 2013(1)
  • Juni 2013(1)
  • Maret 2013(26)
  • Februari 2013(38)
  • Januari 2013(8)
  • Desember 2012(23)
  • November 2012(8)
  • Juni 2012(29)
  • Mei 2012(17)
  • April 2012(248)
  • Maret 2012(436)
  • Februari 2012(215)
  • Januari 2012(486)
  • Desember 2011(647)
  • November 2011(39)
  • Oktober 2011(272)
  • September 2011(81)
  • Agustus 2011(115)
  • Juli 2011(153)

PENULIS

  • NUR AZIZAH(430)
  • SYAFIRA NUR AMALIA HARYADI(386)
  • ISMI SAVIERA ALMIRA(223)
  • UMAR FAROOQ ZAFRULLAH(130)
  • Naufal Rasyid(107)
  • RISA ANJANI(106)
  • MOHAMAD ZIDNI RIZKY(63)
  • NURUL RIZKY FAKHIRA(60)
  • Fauzi Firdaus(47)
  • ALI SYAUQI(46)
  • ELITA AVIANTI DARMA(43)
  • FAUZAN AKMAL HARIZ(41)
  • NABILA ISNAENI AMALIA(38)
  • RADEN LILOTHA ZATTY AQMAR(29)
  • ANDHIKA FIRDAUS(28)
  • ADAM RAMADHAN(26)
  • RINDANG NOOR ALIFA(25)
  • HERI SUHARSO(25)
  • RUSMIATI(24)
  • ANITA PUJI ASTUTI(18)

SMP NEGERI 7 BOGOR

SMP NEGERI 7 BOGOR

  • Homepage
  • Informasi Sekolah
  • Profil Sekolah
  • Kegiatan
  • Prestasi Sekolah
  • Sarana Sekolah
  • Sumber Daya Manusia
  • Gerakan Literasi Sekolah

Blog

  • Blog Guru
  • Blog Siswa
  • Blog Ekskul
  • Blog OSIS

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum Wr.WbPuji syukur kehadirat Allah SWT atas karunianya SMP Negeri 7 Bogor dapat menyajikan informasi melalui website sekolah ini.Di era global dan pesatnya teknologi informasi, keberadaa...Read More

© SMP NEGERI 7 BOGOR. All rights reserved.